Apa kabar saudara-saudaraku yang dirahmati oleh Tuhan semesta alam. Kembali kita berjumpa lagi di artikel saya ini. Dalam bahasan kali ini saya ingin berbagi dengan memberikan artikel tentang tahapan apa saja yang harus dilakukan oleh seorang penjual. Materi yang saya dapat ini dari seorang motivator besar di Indonesia ini, Mario Teguh.
Ok, langsung ke materi. Menurut beliau (Mario Teguh), tahapan penjual itu paling tidak ada 5 (lima).
1. Tell Well
Dalam tahap ini seorang penjual harus mengemukakan pemikirannya dengan baik kepada target penjualan. Bahasa yang santun, penampilan yang santun, serta tindak tanduk yang santun merupakan sarat mutlak di awal tahapan penjualan.
2. Sell Well
Kemudian kita beranjak kepada penjualan produk. Dalam presentasi produk juga kita harus mengemas kata-kata menjual yang santun, materi yang dikemas harus terarah dan bermanfaat bagi banyak orang.
3. Repeat
Jika terjadi penolakan, kembali ulang kelebihan-kelebihan dari produk yang kita miliki. Banyak orang tidak dapat menolak karena pengulangan-pengulangan yang santun dari seorang penjual.
4. Reposition
Jika masih terjadi penolakan, coba reposisi cara penjualan anda dengan sesuatu yang lebih informatif.
5. Compromise
Tahapan akhir negosiasi adalah adanya win win solution dari kedua belah pihak.
So...good luck for all...
Saudara-saudaraku yang baik, ketemu lagi di artikel saya kali ini. Dalam kesempatan yang penuh rasa syukur ini saya ingin berbagi tentang sesuatu hal yang ada di sekeliling kita. Di abad yang semakin modern ini kita semakin didekatkan kepada banyak hal. Tentunya hal-hal tersebut banyak ragam sehingga kita harus jeli memilih mana yang terbaik buat santapan jiwa dan raga kita.
Sekarang kita semakin didekatkan kepada informasi yang sangat luas, terutama yang paling dekat dengan kita adalah sekarang dunia informasi internet dan televisi. Keduanya adalah sisi kehidupan kita yang profit oriented, tetapi apakah profit oriented ini selalu identik dengan asal ada penggemarnya? Persentase dari output yang dihasilkan masih didominasi oleh hal-hal yang membuat pribadi kita menjadi tidak produktif. Tapi mengapa hal-hal yang akan membawa kita kepada kualitas kehidupan yang rendah itu selalu malah banyak diminati orang? Sayang mengambil bahasa dari Mario Teguh, bahwa "Jalan kepada keburukan itu adalah jalan kiri dan lurus terus. Jalan yang ke kiri itu adalah turunan, oleh sebab itu kita diam saja pasti kita akan sampai ke bawah. Tetapi jalan kebaikan itu adalah jalan ke kanan dan lurus terus. Tetapi jalanya menanjak, sulit memang. Hanya orang tertentu yang bisa menikmati proses itu dan memiliki keberhasilannya".
Kalau kita bicara dunia maya terutama internet, mungkin banyak dari kita sudah banyak tahu tentang plus minusnya. Tapi, belakangan menurut saya pribadi semakin bertambah tayangan-tayangan televisi yang saya khawatir malah akan memberikan dampak buruk kepada kehidupan kita. Terlepas dari plus minusnya program ini, tapi menurut saya acara Reality Show belakangan rawan akan salah penafsiran oleh penonton yang melihat tayangan tersebut. Banyak sekali kejadian-kejadian aneh yang selama ini mungkin kita tabu melihatnya tapi di program tersebut dipertontonkan dengan amat jelas (walaupun sensor tidak mengurangi keterbukaannya).
Jika penggoda manusia sudah sedemikian canggihnya merayu kita lewat berbagai sisi kehidupan ini, kenapa kita sebagai manusia tidak mau memodernisasi cara kita berbuat baik? Masing-masing pribadi mempunyai peranan penting dalam mewujudkan indahnya bumi ini. Good luck for all...
Pernahkah kita merasa bahwa semua yang kita alami dalam kehidupan ini khususnya yang tidak kita sukai itu adalah takdir buruk kita? Pernahkah kita merasakan "pahit"nya problem hidup kita? Mari kita berbagi, masing-masing pribadi diberikan tingkat kesulitan hidup yang berbeda. Kita tidak bisa merasa bahwa permasalahan kita yang paling hebat.
Kemanapun muaranya pembicaraan mengenai kehidupan ini, saya ingin berfokus kepada apa yang kita cita-citakan, cita-cita atau angan-angan kita yang masih menggantung di atas sana itu harus kita raih. Menyitir istilah Mario Teguh, bahwa perjalan kepada kebaikan dan kesuksesan itu adalah arahnya belok kanan dan jalan terus. Sedangkan untuk hal-hal yang mengecilkan itu adalah belok kiri. Tetapi ingat saudaraku, bahwa jalan kanan yang terus itu adalah jalan yang menanjak. Itu kenapa kita terkadang sulit untuk mencapai. Tetapi sadarkah kita bahwa ujian yang diberikan kepada kita itu adalah jalan untuk menuju level kehidupan yang lebih tinggi. Nikmatnya kehidupan yang berjalan ke kiri itu dia tidak memakai anak tangga, oleh sebab itu jalannya cepat sekali (cepat sekali menggelincirkan kita kepada kehinaan). Sementara orang yang bersusah payah memerdekakan diri dengan kemenangan di atas sana.
So...jika diberikan ujian seberat apapun dalam kehidupan ini, hanya sikap terbaiklah yang bisa kita lakukan untuk melewatinya. Karena jika kita berusaha dengan sungguh dan belum berhasil, maka tangan Tuhan akan segera membimbing kita ke jalan yang sudah dipersiapkanNya untuk memuliakan kita.
Sampai jumpa, semoga kehidupan yang hanya sebentar ini dapat kita jadikan indah laksana pemilikNya.
Sahabat semua, dalam kehidupan ini pada kondisi-kondisi tertentu kita sangat sulit untuk memihak kepada kebenaran atau keburukan. Ekonomi adalah penyebab utama goyahnya pendirian kita untuk memihak kepada apa yang ada di hapadan kita. Dalam kondisi kritis ketika kita dihadapkan kepada pilihan yang salah, apa yang biasa kita lakukan terhadap pilihan itu. Kebanyakan dari kita mengambilnya dan meninggalkan sesuatu yang indah kedepan tetapi kita tinggalkan.
Bahkan dalam agama (khususnya Islam) disebutkan bahwa istri dan anak kita adalah cobaan. Artinya, jika kita terlalu memihak kepada istri dan anak-anak kita tanpa memperhitungkan kebenaran yang diajarkan oleh yang kuasa, akhirnya banyak kepala keluarga terperosok karena hanya mementingkan kepentingan keluarga.
Percayalah, bahwa pegangan kita hanya kebenaran. Sifat manusiawi kita selalu berubah, kadang memihak kepada seseorang, kadang membenci orang tersebut. So, jika demikian keadaannya, siapakah yang akan kita turuti jalannya?
Tentu...Kebenaran.
Wish you all the best....
Suka atau tidak suka, dalam hidup kita selalu mendapat cobaan/ujian. Tahun 2009 banyak orang meramalkan bahwa tahun ini adalah tahun kesusahan. Bisnis macet, pekerja profesi tidak mendapatkan apa yang biasa dia dapatkan, ibu rumah tangga sulit mengurus keuangan, dan sebagainya. Sayangnya, Tuhan yang menciptakan kita hanya menciptakan masalah komplit dengan penyelesaiannya. Tetapi kita tidak pernah menyadari, apalagi dalam kondisi yang amat sangat sulit.
Ada dua persoalan paling tidak yang harus kita temukan dalam setiap permasalahan. Pertama, tentu jalan penyelesaiannya. Kunci awal dalam setiap persoalan tentu adalah berfikir positif dan bekerja keras. Karena dari fikiran yang positif akan muncul banyak ide untuk mengeluarkan kita dari persoalan.
Kedua, kenapa persoalan itu bisa muncul. Apa maksud dan tujuannya masalah itu jatuh ke kita? Dari banyaknya umat di bumi ini, mengapa kita yang di pilih? Jawabannya tentu hanya kita yang mampu diberi persoalan tadi. Jawaban lain adalah: coba kita ingat. Dari sekian banyak nikmat yang diberikan oleh Tuhan kepada kita, pernah atau tidak kita memberikan pembalasan yang setimpal dengan nikmat yang diberi. Paling tidak mensyukuri apa yang telah diberikan. Bahkan nikmat bernafas yang setiap hari kita nikmat saja kita lupa untuk mengucapkan syukur, paling tidak setelah bangun tidur coba ucapkan syukur untuk itu.
Yang sangat penting. Tuhan itu Maha segalanya, coba ingat kapan terakir kita berdoa kepada Tuhan dengan sangat tulus? Pada momen apakah kita melakukan itu? Selalu kita berdoa, berserah, beribadah, mendekatkan diri kepada Nya pada saat terdesak, terhina, terpuruk. Terkadang Tuhan memberikan ujian/cobaan kepada kita untuk menunjukkan betapa kuasanya dia sehingga runtuhlah sudah semua kesombongan kita.
Good Luck For All
Ada banyak modal untuk kita memulai suatu pekerjaan atau bisnis. Sebagian menganggap bahwa modal adalah yang utama. Tapi sebagian yang lain menganggap modal dengkul juga bisa. Jadi, sebenarnya apa yang menjadi modal utama dalam berbisnis?
Modal utama untuk memulai suatu bisnis yang sangat efektif adalah keterdesakan. Banyak sekali diantara kita mau memulai sesuatu pekerjaan yang membuat kita besar tetapi sering muncul pernyataan yang mengatakan kita tidak punya modal, pendidikan kita terlalu rendah, dan sebagainya.
Penyesalan-penyesalan sering muncul ketika kita sudah melewatkan moment yang sangat indah. Andai saja dulu kita cukup berani melakukan "itu", apa yang akan terjadi sekarang! Sebelum kita dihimpit rasa penyesalan, maka segeralah lakukan hal yang membuat diri kita hebat. Hal utama yang perlu kita lakukan di awal adalah bersihkan pikiran kita dari pikiran negatif agar dapat masuk energi baru yang dapat menghebatkan kita.
Langkah yang lain adalah kita harus tegas dalam berbagai tindakan. Ingat, tegas bukan berarti tidak santun. Landasi ketegasan kita dengan cinta kasih kepada sesama. Mungkin sejenak kita akan ditinggalkan karena kita dianggat tidak mau kompromi. Tapi selang berapa langkah orang meninggalkan kita, maka mereka akan berputar kepada kita kembali karena kebenaran yang kita ajukan.
Banyak orang hebat yang tercipta setelah penyesalan-penyesalannya karena untuk mencapai tangga yang tinggi dengan anak tangga yang kecil-kecil kita butuh ketegasan untuk mencapai puncak. Berikan cinta yang lebih kepada apa yang anda cita-citakan.
Sekarang kita coba pada point yang pertama. Hati adalah segumpal daging yang sangat menentukan prilaku kita sebagai manusia. Jika baik dia maka baiklah seluruh prilaku kita. Selain berfungsi sebagai standar prilaku seseorang, hati juga berfungsi sebagai alarm. Kegelisahan kita dalam menjalankan bisnis karena tipu sana tipu sini, itu merupakan pertanda ada yang tidak benar dalam prilaku berbisnis kita.
Kemudian, poin yang kedua adalah bahwa hati kita itu sangat lemah. Maka jangan bangun pendapat-pendapat yang melemahkan hati kita. Hati kita ibarat gelombang yang naik turun. Kadang dia sangat kuat untuk menghadapi sesuatu, tapi kadang dia sangat pesimis dalam beberapa hal. Oleh sebab itu, diciptakanlah akal pikiran oleh Tuhan untuk membantu kekuatan hati kita supaya tetap terjaga kebersihannya. Ingat bahwa Tuhan itu berbicara kepada hati, tidak kepada lisan. Artinya, jika hati kita gelisah jangan mencoba menghilangkannya dengan kesenangan sesaat karena pada hakikatnya kesenangan duniawi itu tidak jadi jalan keluar. Anda boleh bersenang-senang sebentar ketika mendapatkan masalah besar, tapi setelah bersenang-senang masalah akan timbul seketika. Kenapa? Karena yang butuh kesejukan itu hati kita, maka bicaralah kepada Tuhan lewat jalan yang sudah ditunjuknya.
Untuk menjaga hati kita tetap bersih dan menjaga prilaku kita dalam berhubungan dengan orang maka IKHLASLAH DALAM TINDAKAN UNTUK MEMULIAKAN ORANG LAIN, DAN SERAHKANLAH PAMRIH TERTINGGI HANYA KEPADA TUHAN YANG MAHA TUNGGAL.
Good Luck

